Interkoneksi Metode Klasik dan Kontemporer Dalam Pemahaman Hadis Nabi Muhammad Saw.

Authors

  • Anggun Nindita Sari Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
  • Tegar Mulham Fatana UIN Alauddin Makassar, Indonesia
  • Fakhrullah UIN Alauddin Makassar, Indonesia
  • Subhan Khalik UIN Alauddin Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55510/fjhes.v10i1.1010

Keywords:

metode pemahaman hadis; fiqh al-hadis; interkonektif; hermeneutika hadis

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji ragam metode pemahaman hadis (fiqh al-hadis), baik yang bersifat klasik maupun kontemporer, serta relevansinya dalam kajian hadis masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan teknik analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder ilmu hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode pemahaman hadis klasik meliputi pendekatan tekstual (bayani), kontekstual (ta’wili), historis (asbab al-wurud), tematik (maudhu’i), serta kritik sanad dan matan, sedangkan pendekatan kontemporer mencakup pendekatan sosio-historis, hermeneutika, living hadis, dan common link. Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak satu pun metode yang berdiri sendiri secara memadai untuk menangkap keseluruhan pesan hadis; diperlukan pendekatan interkonektif yang memadukan kaidah ilmu hadis klasik dengan perangkat keilmuan modern seperti linguistik, sejarah, dan sosiologi agar pemahaman hadis tetap otentik sekaligus kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Zahw, Muhammad. al-Hadis wa al-Muhaddisun. Kairo: Maktabah al-Taufiqiyyah, 1984.

al-Ghazali, Muhammad. al-Sunnah al-Nabawiyyah baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-Hadis. Kairo: Dar al-Syuruq, 1989.

al-Khatib, Muhammad ‘Ajjaj. Ushul al-Hadis: ‘Ulumuhu wa Musthalahuh. Beirut: Dar al-Fikr, 1989.

al-Mustaqim, Abd. Ilmu Ma’anil Hadis: Paradigma Interkoneksi Berbagai Metode dan Pendekatan Memahami Hadis Nabi. Yogyakarta: Idea Press, 2016.

al-Qardhawi, Yusuf. Kaifa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah. Terj. Muhammad al-Baqir. Bandung: Karisma, 1993.

al-Qattan, Manna’. Mabahis fi ‘Ulum al-Hadis. Kairo: Maktabah Wahbah, 1992.

al-Siba’i, Musthafa. al-Sunnah wa Makanatuha fi al-Tasyri’ al-Islami. Kairo: Dar al-Salam, 1998.

al-Suyuthi, Jalaluddin. Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi. Beirut: Dar al-Fikr, t.t.

Arifin, Zainul. Studi Kitab Hadis. Surabaya: al-Muna, 2010.

Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad Hasbi. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.

Idri. Studi Hadis. Jakarta: Kencana, 2013.

Ismail, M. Syuhudi. Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan Ilmu Sejarah. Jakarta: Bulan Bintang, 1995.

Itr, Nuruddin. Manhaj al-Naqd fi ‘Ulum al-Hadis. Damaskus: Dar al-Fikr, 1997.

Mansur, M., dkk. Living Hadis: Praktik, Resepsi, Teks, dan Transmisi. Yogyakarta: Teras, 2007.

Masrur, Ali. Teori Common Link G.H.A. Juynboll: Melacak Akar Kesejarahan Hadis Nabi. Yogyakarta: LKiS, 2007.

Rahman, Fazlur. Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press, 1982.

Suparta, Munzier. Ilmu Hadis. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014.

Suryadi. Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi: Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi. Yogyakarta: Teras, 2008.

Yaqub, Ali Mustafa. Cara Benar Memahami Hadis. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2014.

Published

2026-07-18

How to Cite

Sari, A. N., Tegar Mulham Fatana, Fakhrullah, & Subhan Khalik. (2026). Interkoneksi Metode Klasik dan Kontemporer Dalam Pemahaman Hadis Nabi Muhammad Saw. Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 10(1), 86-93. https://doi.org/10.55510/fjhes.v10i1.1010