Karakteristik Nasabah dalam Pengenaan Biaya Ta’widh/Ganti Rugi di Lembaga Keuangan Syariah di Lampung Utara

Authors

  • Muhammad Asadurrohman STIS Sultan Fatah Lampung Utara, Indonesia

Keywords:

ta’widh, lembaga keuangan syariah, karakteristik nasabah, pembiayaan syariah

Abstract

Pengenaan biaya ta’widh atau ganti rugi dalam lembaga keuangan syariah merupakan mekanisme yang digunakan untuk mengatasi kerugian akibat keterlambatan pembayaran kewajiban oleh nasabah. Kebijakan ini telah diatur dalam berbagai fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia sebagai pedoman operasional lembaga keuangan syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik nasabah yang dikenakan biaya ta’widh/ganti rugi pada lembaga keuangan syariah di Lampung Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, serta analisis terhadap kebijakan internal lembaga keuangan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenaan biaya ta’widh dipengaruhi oleh beberapa karakteristik nasabah, seperti tingkat kemampuan ekonomi, tingkat kepatuhan terhadap akad, pemahaman terhadap prinsip syariah, serta latar belakang usaha atau pekerjaan. Selain itu, lembaga keuangan syariah juga mempertimbangkan unsur kesengajaan dan kemampuan nasabah dalam menentukan penerapan ta’widh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik nasabah memiliki peran penting dalam proses penentuan biaya ta’widh sehingga penerapannya tetap selaras dengan prinsip keadilan dan nilai-nilai syariah.

Published

2023-02-27